Ceaster Forum
Selamat Datang di Forum Ceaster
Bahas apa aja di sini sesuai forum !
Dapatkan Banyak Info,Ilmu,Berita di Sini !
AYO BURUAN DAFTAR ADA EVENT BERHADIAH BAGI PENDAFTAR !
Daftarnya mudah Tinggal Masukin data !

Ceaster Forum

Forum Pengetahuan Informasi dan Jual Beli Terlengkap di Indonesia


You are not connected. Please login or register

Ceaster Forum » Regional » Jawa Timur » Tuban » Cerita Karnaval SMP-SMA Tuban 2012

Cerita Karnaval SMP-SMA Tuban 2012

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Cerita Karnaval SMP-SMA Tuban 2012 on Sun Aug 18, 2013 11:58 pm


Baru saja hari ini, Senin 16 Juli 2012, kota Tuban melangsungkan sebuah karnaval.



Karnaval di Tuban itu semacam pameran variasi adat dan budaya Indonesia (khususnya daerah Tuban) yang ditonjolkan secara visual, seperti yang terlihat dari foto di atas (diambil dari barisan tengah SMA Negeri 1 Tuban) dan pesertanya berjalan kira-kira sejauh 10 kilometer dari Alun-Alun Kota Tuban sampai Gedung Olahraga yang ada di daerah Patung. 

Well, acara akbar yang diadakan rutin tiap tahun sekali pada bulan pertengahan tahun ini diikuti oleh SMA, SMP, dan sederajat se-kota Tuban dengan tema-tema tertentu tiap sekolah.

Seperti biasa, karena karnaval diadakan sore, orang-orang yang mau menonton karnaval harus berangkat sedari siang. Biasanya jam 12 sampai jam 2 siang. Karena di atas jam segitu, jalanan sudah ramai dan sulit dilewati. Hari ini aku juga telah janjian sama teman-teman Manos (Mantan OSIS) untuk berkumpul di rumah Ayu sebelum bersama-sama menonton karnaval di jalan raya dekat rumahnya Ayu. Aku datang jam 2 siang, karena sebelumnya ngurusin trailer video COMMCAMP ON SEMPU dan makan dulu di rumah. Dan sesampainya di rumahnya Ayu, aku bertemu lagi dengan Tia, Cipenk, Ayu, Sandy, dan Mamat yang kemarin malam sudah bernostalgia sembari makan martabak dan terang bulan yang dibelikan Fredy. Sayangnya, Fredy nggak ikut nonton karnaval. Aku juga bertemu dengan Youngky, A'an, Shelma, Ipeh dan adiknya, serta dari Manos angkatan atas ada Mas Aldio dan Mas Bayu.

Kami pun berangkat nonton karnaval pukul 3 sore dan berjalan kaki melewati gang-gang sempit untuk sampai ke jalan Basuki Rahmat. Dan sesampainya di sana, jalanan sudah padat, penuh dengan orang-orang dari berbagai penjuru kota yang berkumpul untuk sekedar menonton kerabatnya yang ikut karnaval ataupun memang berniat menonton karnaval dari awal sampai akhir.

Selang beberapa menit, akhirnya muncul barisan pertama yang diawali oleh barisan Garuda dari SMK Pelayaran Tuban. Lalu disusul barisan kedua oleh SMP Negeri 1 Tuban.



Dulu, aku mengenyam pendidikan tingkat menengah di sini. Dan sayangnya aku nggak pernah ikut karnavalnya waktu itu gara-gara badanku yang tinggi dan kurus, maybe. Hahaha. Tahun ini SMPN1 ngambil tema Toeban Tempo Doeloe, dimana cewek-cowok barisan depannya berdandan ala pasukan jaman kompeni dengan sepeda tua-nya.



Dan tahun ini, SMPN1 nggak ngeluarin band buat karnaval. Nggak kayak jamanku dulu, dikit-dikit band, dikit-dikit band. Sampe pas karnaval suatu tahun aja pernah ngeluarin band-band doang buat andalan tontonan masyarakat.

Bukannya aku benci atau alergi sama band. Tapi gak tau rasanya suntuk aja kalau karnaval diisi sama band. Mungkin gara-gara aku dulu pas SMP keseringan nonton aksi temen-temenku sendiri yang sering muncul juga di mana-mana sih. Tapi emang harus aku akuin, angkatanku di SMP dulu banyak yang berbakat di bidang musik. Jadi, untuk ukuran seorang sepertiku yang cuma bakat masang senar gitar dan masukin kabel microphone ke mixer, sangat tidak diperhitungkan untuk masuk ke jajaran manusia-manusia bersuara emas, dewa-dewa gitar dan raja-raja drummer. Oleh karena itu, jujur, aku rada gak suka ada band di karnaval itu juga karena ada sedikit rasa cemburu sama mereka yang punya bakat bisa tampil di atas mobil pick-up dan dipelototin orang banyak sepanjang jalan Veteran-Basuki Rahmat-GOR. Tapi ya sudahlah, itu hanya kepingan kecil dari sebuah keinginan besar yang aku punya dari masa SMP: membentuk sebuah band, rekaman bikin lagu sendiri, dan menjadi terkenal bukan karena mengikuti pasar tetapi pasar-lah yang mengikuti style kami. Hahaha.

Skip,

SMA Negeri 1 Tuban ada di urutan ketiga.



Untunglah.

Jadi nggak perlu nunggu lama untuk menyaksikan penampilan sekolahku tercinta ini di karnaval.
Mengusung tema Ronggolawe dan Sri Huning, SMA-ku masih dengan tradisinya yaitu 'mengorbankan' siswa kelas X yang baru masuk untuk dijadikan pasukan karnaval dari barisan depan sampai akhir. Lihat aja ekspresi mereka yang didandani ala kesatria jaman dulu ini



Ada pula yang didandani dengan pakaian adat seperti ini,



Awalnya, pengalaman di angkatanku sih, banyak yang ogah-ogahan masuk squad karnaval, dan siswa kelas X yang gak kepilih pada sorak sorai bergembira ria. Tapi akhirnya, justru yang tidak ikut banyak yang iri karena cuman bisa ndengerin cerita-cerita dan pengalaman teman-teman yang ikut karnaval, apalagi pengalaman ikut karnaval ini bakalan jadi kenangan sampai kuliah dan mungkin bahkan sampai tua nanti. Rugi maksimal dah yang SMA-nya nggak pernah susah ikut karnaval macem gini. Termasuk juga untuk pengalaman masa MOS nih. Haha. Oke, itu lain cerita. Kembali ke tahun 2008, dimana ingatanku masih tersimpan cerita saat aku ikut mengisi barisan depan SMA Negeri 1 Tuban, menjadi Putra dari Aceh, dan berpasangan dengan Dyah, temanku SMA yang sekarang kuliah di FK Unair.


Saat itu aku ingat betapa susahnya mencari pinjaman baju yang cocok di salon-salon dan tukang jahit. Bahkan, aku juga ingat, H-2 sebelum karnaval aku dan sahabatku Adi Sapies mengalami insiden kecelakaan di jalan dekat SMA, yang mengakibatkan jari kelingking Adi cacat hingga sekarang. Aku hanya cacat sedikit di bagian tulang telapak tangan kanan. Tapi Adi, dia harus operasi dan memasang pen di jari kelingkingnya .
I still remember that moment. And I feel sorry, deeply sorry for that accident, brother. Aku masih bisa mengikuti karnaval karena berhasil memperoleh pinjaman baju dari suatu salon. Sedangkan Adi harus terbaring di rumah sakit. Sungguh, pengalaman ini gak akan aku lupakan sampai tua nanti.


Biasanya sih, tiap tahun karnaval itu pasti selesainya maghrib. Dan tahun ini pun demikian. Hanya saja, gak tau kenapa tahun ini lebih membosankan daripada tahun-tahun sebelumnya aku nonton karnaval. Apa karena sekarang aku nontonnya sama teman-teman yang jumlahnya lebih sedikit? Atau, karena delay barisan  antar sekolah yang terlalu lama? Karena sampai jam setengah 5 sore, barisan masih berkutat di urutan 14-16 diantara 30 sekolah yang jadi peserta. Aku dan teman-temanku akhirnya memutuskan untuk pulang pada pukul 04.45 sore.

Setidaknya, aku masih sempat mengabadikan beberapa foto dari barisan karnaval SMP dan SMA Negeri 1 Tuban. :]


Dibawah ini adalah mobil yang disulap jadi semacam minatur stereofoam rumah tempo dulu dari SMP Negeri 1 Tuban,  

Dan yang ini juga ada beberapa mobil dari SMA Negeri 1 Tuban yang dipermak dengan bahan stereofoam menjadi mobil hias dengan logo SMA yang mentereng di depan.

  

Semoga karnaval tahun depan lebih ramai, meriah, dan tidak terkesan membosankan seperti tahun ini.
Amin.

Lihat profil user

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik