Ceaster Forum
Selamat Datang di Forum Ceaster
Bahas apa aja di sini sesuai forum !
Dapatkan Banyak Info,Ilmu,Berita di Sini !
AYO BURUAN DAFTAR ADA EVENT BERHADIAH BAGI PENDAFTAR !
Daftarnya mudah Tinggal Masukin data !

Ceaster Forum

Forum Pengetahuan Informasi dan Jual Beli Terlengkap di Indonesia


You are not connected. Please login or register

Ceaster Forum » Regional » Jawa Timur » Bojonegoro » Berita Bojonegoro » Juru Parkir Paruh Baya SMP Katolik Bojonegoro Tewas gantung Diri

Juru Parkir Paruh Baya SMP Katolik Bojonegoro Tewas gantung Diri

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]


[You must be registered and logged in to see this image.] 

Senin, 09 September 2013 14:49:02 WIB 
Reporter : Tulus Adarrma 


Bojonegoro - Seorang juru parkir SMP Katolik di Kabupaten Bojonegoro ditemukan tewas gantung diri. Namun saat ditemukan, ada bekas luka di bagian kepala belakang korban. Selain itu, dilokasi juga ditemukan bercak darah di lantai dan di selimut korban.

Pelaku yang diduga bunuh diri itu adalah Supani (70) warga RT 10/RW 3, Jalan Panglima Polim, Gang Sidodadi, Kelurahan Sumbang, Kota Bojonegoro. Ia ditemukan pertama kali oleh anaknya, Andiantik sudah dalam keadaan menggantung menggunakan tali kain yang diikatkan di kayu atap kamarnya.

Saat tim Identifikasi Polres Bojonegoro ke tempat kejadian perkara (TKP) lokasi sudah rusak karena jasad korban sudah dibaringkan ditempat tidur. Ketua RT setempat Matnur (53) mengatakan, jika pihaknya mendapat laporan dari warganya sekitar pukul 06.30Wib, pagi tadi.

Setelah dicek kerumah korban ternyata ada bekas darah yang sudah dihapus dibagian lantai. "Dilantai kamar dan kain selimut korban itu banyak darah," ujarnya, Senin (09/09/2013).

Supani sendiri, menurut dia dikenal baik dilingkungan sekitar. Selama ini juga tidak memiliki masalah dengan warga sekitar. Ia biasa menjalankan aktifitasnya yang juga menjadi juru parkir di depan Gereja di Jalan Panglima Polim, Bojonegoro itu.

Sementara, menurut anak pertama Supani, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena tidak kuat memikirkan anak bungsunya yang sedang merantau di Surabaya dan tidak pernah pulang. Supani sendiri sebelumnya tinggal bersama anak pertamanya Andriatik.

Mengetahui hal tersebut ia langsung memanggil adiknya Slamet, kemudian menurunkan korban dari jeratan kain yang menggantung lehernya. Selama ini korban dikenal sebagai pendiam, dan tidak pernah menceritakan masalah yang dipikirkan. "Mungkin karena kepikiran adik," jelas Andriatik.

Untuk memastikan penyebab tewasnya korban, selanjutnya tim Identifikasi Polres Bojonegoro membawa jenazah korban ke RSUD Bojonegoro untuk diotopsi. Sementara, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Joes Indra Lana Wira, mengungkapkan, belum melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian Supani. "Belum kita selidiki lebih lanjut, masih menunggu hasil otopsi," ujarnya. [uuk/kun]

Lihat profil user

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik