Ceaster Forum
Selamat Datang di Forum Ceaster
Bahas apa aja di sini sesuai forum !
Dapatkan Banyak Info,Ilmu,Berita di Sini !
AYO BURUAN DAFTAR ADA EVENT BERHADIAH BAGI PENDAFTAR !
Daftarnya mudah Tinggal Masukin data !

Holcim Operasikan Penggilingan Pabrik Tuban I Jatim Login_button1Holcim Operasikan Penggilingan Pabrik Tuban I Jatim Register_buttonHolcim Operasikan Penggilingan Pabrik Tuban I Jatim Button-fb-loginHolcim Operasikan Penggilingan Pabrik Tuban I Jatim Connect-facebook-button


Join the forum, it's quick and easy

Ceaster Forum
Selamat Datang di Forum Ceaster
Bahas apa aja di sini sesuai forum !
Dapatkan Banyak Info,Ilmu,Berita di Sini !
AYO BURUAN DAFTAR ADA EVENT BERHADIAH BAGI PENDAFTAR !
Daftarnya mudah Tinggal Masukin data !

Holcim Operasikan Penggilingan Pabrik Tuban I Jatim Login_button1Holcim Operasikan Penggilingan Pabrik Tuban I Jatim Register_buttonHolcim Operasikan Penggilingan Pabrik Tuban I Jatim Button-fb-loginHolcim Operasikan Penggilingan Pabrik Tuban I Jatim Connect-facebook-button
Ceaster Forum
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.
Ceaster Forum

Forum Pengetahuan Informasi dan Jual Beli Terlengkap di Indonesia


You are not connected. Please login or register

Holcim Operasikan Penggilingan Pabrik Tuban I Jatim

Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

avatar

Jum'at, 06 Desember 2013 09:23:23
Reporter : Renni Susilawati
[You must be registered and logged in to see this image.]

Jakarta --Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD berpengaruh besar pada sektor industri secara keseluruhan. Direktur Komersial Holcim Indonesia, Jan Kunigk mengatakan, bahwa industri padat modal dengan biaya dalam bentuk denominasi USD akan mengalami kenaikan biaya. 

Tentunya, kenaikan biaya ini juga akan berdampak pada konsumen dalam bentuk kenaikan harga jual. Nilai tukar Rupiah baru-baru ini yang melemah hingga 20% terhadap USD merupakan bentuk reaksi terhadap defisit transaksi berjalan, memicu tingginya permintaan Dolar Amerika karena repatriasi dan kewajiban pembayaran hutang luar negeri, serta faktor eksternal dari kekhawatiran sebagian pelaku pasar terhadap potensi pengurangan stimulus bank sentral Amerika. 

Hal itu ditambah lagi dengan tingkat inflasi hingga November telah mencapai sekitar 8.3%.

Dalam pers rilis PT Holcim Indonesia Tbk yang diterima beritajatim.com, Kamis (5/12/2013) kemarin, Kunigk mengatakan, “Holcim Indonesia mengalami kenaikan biaya yang signifikan untuk biaya iklan, distribusi, energi, dan upah di tahun 2013. Biaya keuangan untuk perluasan Tuban juga mengalami peningkatan karena naiknya suku bunga bank dan depresiasi rupiah dari pinjaman luar negeri.”

Menurutnya, untuk mengurangi dampaknya, Holcim Indonesia terus menjalankan program internal untuk penghematan biaya seperti penghematan energi, sambil terus memberikan solusi bernilai tambah bagi konsumen dengan tetap menjaga kualitas demi mempertahankan produk Holcim tetap kompetitif. Program-program tersebut membantu perusahaan mengurangi dampak kenaikan biaya hingga ke pihak konsumen. Namun tidak semua dapat dihilangkan, jelas Kunigk. 

“Holcim telah memperkirakan adanya kenaikan harga jual seperti yang sudah dilakukan baru-baru ini di berbagai industri untuk merespon melemahnya rupiah dan kenaikan biaya karena inflasi di tahun 2013 dan 2014. Di tahun 2014 mendatang, perusahaan berharap tingkat inflasi dapat berkisar antara 7.0-7.5%," tambah Kunigk.

Dia mengutarakan, kebutuhan perumahan masih menjadi faktor utama dari permintaan pasar semen dengan adanya tambahan 800,000 rumah yang dibutuhkan setiap tahun, sementara tingkat kredit kepemilikan rumah (KPR) terhadap PDB masih rendah, melemahnya pertumbuhan kredit yang diakibatkan tingginya suku bunga, dan kondisi dengan tingkat inflasi yang tinggi akan berpotensi mengurangi permintaan. 

Pertumbuhan kredit pada sembilan bulan pertama di tahun 2013 mencapai 23%, tapi Bank Indonesia berusaha memperlambat hingga 18-20% mencapai kisaran 15-17% pada tahun 2014. Ketentuan uang muka sebesar 30% dari Bank Indonesia untuk pinjaman kepemilikan rumah menjadi salah satu faktor yang patut dipertimbangkan dalam memperlambat pembangunan perumahan, sementara harga apartemen perkotaan tetap bertahan karena permintaan investasi properti masih meningkat ditengah kondisi melemahnya Rupiah saat ini.

Dia menambahkan bahwa industri semen dan sektor konstruksi dalam jangka menengah memiliki prospek yang cerah. Secara umum mengindikasikan pergantian Pemerintah di semester kedua tahun 2014, diperkirakan tidak akan berdampak banyak pada kebijakan pokok makro ekonomi. 

Kebutuhan perumahan , katanya, akan tetap ada. Keputusan Pemerintah untuk mengatasi inflasi patut diacungi jempol, dan Indonesia tetap berada dalam tingkat investasi (investment grade) seperti yang dikeluarkan Moody’s and Fitch. Perbandingan hutang negara terhadap PDB tetap berada di kisaran 25%, ini merupakan pondasi yang kuat untuk pertumbuhan.

Karena itu, jelas Kunigk, "Holcim Indonesia sudah mulai mengoperasikan fasilitas penggilingan semen Tuban 1 di Jawa Timur saat ini. Dengan adanya Tuban 1, perusahaan akan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan di Jawa Timur dan pasar di luar Pulau Jawa serta mampu menjamin ketersediaan pasokan barang. Kami menargetkan peningkatan pangsa pasar untuk area-area tersebut.”

Ia menambahkan bahwa Holcim sebagai produk semen premium, lebih mengutamakan untuk memberikan solusi bernilai tambah bagi konsumen, yang dapat lebih memperkuat posisi kompetitif Holcim. “Sebagai produk semen premium, kami terus memberikan nilai tambah bagi para pelanggan, seperti kelancaran pengiriman yang tepat waktu, jaminan ketersediaan pasokan, serta solusi-solusi inovatif seperti; armada MiniMix – untuk menjangkau beragam daerah perumahan, waralaba Solusi Rumah – untuk pengembang dan kontraktor, dan SpeedCrete – beton untuk perbaikan jalan dalam waktu yang sangat singkat serta kualitas yang terjamin," jelasnya. 

PT Holcim Indonesia membangun dua unit pabrik semen di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jatim. Masing-masing unit pabrik semen berkapasitas produksi 1,7 juta ton. Ditargetkan pada akhir tahun ini dan atau awal tahun depan, pabrik Tuban I Holcim mulai operasional penuh. 

Pada kesempatan terpisah, VP Sales Holcim Indonesia Johan Suryantan mengutarakan bahwa ketika kedua unit pabrik semen Holcim di Tuban operasional, tingkat kapasitas produksi pabrik ini mencapai 12 juta ton per tahun. Saat ini, pabrik semen ini memiliki kapasitas produksi 8,6 juta ton. Pabriknya berada di Narogong, Jabar dan Cilacap Jateng. 

Johan mengatakan bahwa orientasi pasar produksi pabrik Tuban I adalah Jatim, sebagian Jateng, dan Indonesia Timur, khususnya Kalimantan dan Sulawesi. Ketika Holcim mencapai tingkat produksi 12 juta ton per tahun, katanya, besaran produksi itu masih marketable hingga 2016 sampai 2017. "Saat ini, market share kita di Indonesia sebesar 15% dan di Pulau Jawa sebesar 20%," tambahnya. 

Ekspansi produksi dan pemasaran yang dilakukan Holcim di Jatim, katanya, tak bisa dilepaskan dari strategis korporasi ini mempertahankan dan meningkatkan market share korporasi semen tersebut. Selama ini, Jatim dikenal sebagai pasar tradisional Semen Gresik (Grup Semen Indonesia). "Kami juga merencanakan membangun packing plant di Surabaya Utara tahun depan (2014)," ujar Johan. [air/ren]

Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik