Ceaster Forum
Selamat Datang di Forum Ceaster
Bahas apa aja di sini sesuai forum !
Dapatkan Banyak Info,Ilmu,Berita di Sini !
AYO BURUAN DAFTAR ADA EVENT BERHADIAH BAGI PENDAFTAR !
Daftarnya mudah Tinggal Masukin data !

Ceaster Forum

Forum Pengetahuan Informasi dan Jual Beli Terlengkap di Indonesia


You are not connected. Please login or register

Ceaster Forum » Computer Stuff » Computer -Networking-OS/Software/Program-Web » Hardware Computer » Overclock Processor Intel Kita

Overclock Processor Intel Kita

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Overclock Processor Intel Kita on Fri Dec 13, 2013 1:19 am



Ada beberapa istilah penting yang perlu kita ketahui terlebih dahulu yaitu:

Vcore (tegangan kerja prosesor)
Prosesor Northwood butuhkan voltase 1,525V untuk bekerja, sedangkan Prescott membutuhkan 1,350V. Sebaiknya jangan memberi voltase lebih dari yang disarankan. Walau bisa dilakukan dan tidak menutup kemungkinan akan didapat batasan speed maksimal yang lebih besar, risikonya juga tentu semakin besar. Terutama karena akibat tingginya suhu yang akan dihasilkan.


Vdimm (tegangan untuk modul memori)
Secara spesifik, memori umumnya bekerja pada tegangan 2,6V. Padaa overclock kali ini, kita membutuhkan tegangan antara 2,7 - 2,8V yang merupakan batasan tertinggi yang disediakan motherboard dan merupakan batas maksimal (rata-rata) modul memori yang ada dan pernah penulis coba. Pada pengujian dan praktek, umumnya pemberian angka 2,7V sudah lebih dari cukup dan memberikan kestabilan yang relatif kuat pada overclock sampai 3,2GHz. Selebihnya, diperlukan tegangan yang lebih tinggi dan modul memori dengan kualitas yang benar-benar tinggi.


Hyper Threading
Untuk HyperThreading, ada beberapa perdebatan yang cukup seru tentang apakah opsi ini diset ke enable atau disable pada saat melakukan overclocking prosesor Intel, khusunya pada motherboard yang menyediakan opsi tersebut. Dan untungnya, IC7-G yang penulis gunakan memiliki opsi tersebut.

Hyper Threading pada beberapa metode overclocking secara "Syncronous" memang bisa meningkatkan nilai benchmark. Tetapi dalam perolehan hasil speed (dalam MHz), meng-enable atau men-disable HT tidaklah berpengaruh. Maka, bagi yang memiliki opsi ini pada BIOS motherboard yang digunakan, silakan gunakan keduanya secara bergantian dan cobalah mengujinya dengan beberapa aplikasi benchmark untuk mengetahui sejauh mana perbedaan opsi tersebut dapat mempengaruhi kinerja keseluruhan sistem yang ter-overclock tersebut. Setelah diketahui perbedaan kinerjanya, silakan gunakan opsi yang sesuai dengan keinginan Anda.

Ok, sudah cukup kita bahas tentang semua hal yang terkait. Sekarang mari kita melihat-lihat BIOS dan mulai meng-overclock sesuai dengan parameter-parameter ukur beserta teori yang telah kita ketahui.

Untuk meng-overclock, penulis mengubah beberapa parameter di BIOS. Beberapa parameter yang diganti adalah:

• CPU Operating Speed: User Defined
• N/B Strap CPU As: PSB800
• DRAM Ratio (CPU:DRAM): 5:4
Opsi yang ada adalah By SPD, 1:1, 3:2, dan 5:4. Di sini kita akan mencoba dengan parameter 5:4 tersebut.

• AGP Ratio (CPU:AGP:PCI): Fixed
• CPU Power Supply: User Defined
• CPU Core Voltage: 1.5250V
• DDR SDRAM Voltage: 2.7V
• AGP Voltage: 1.6V

Sengaja AGP dan memori diberi sedikit tegangan lebih untuk membantu akselerasi yang terjadi seiring dengan kenaikan speed prosesor.

Mulailah dengan menaikkan nilai Ext. Clock maka akan langsung terbaca di "Estimated New CPU Clock" frekuensi processor speed kita yang baru. Cobalah naikkan sedikit demi sedikit, dan lihatlah pada awal PC start (Power On Self Test) akan terbaca "Host /DRAM Frequency is" xxx/000 di mana nilai "xxx" adalah FSB prosesor yang ter-overclock dan "000" adalah nilai FSB dari memori yang dipakai.

Sebaiknya usahakan nilai FSB dari memori yang dipakai tidak lebih dari nilai FSB asli memori yang dipakai tersebut. Jadi, bila Anda memakai memori PC-3200 maka saat awal booting, di layar akan tertera "Host/DRAM Frequency is 250/200". Artinya Anda sudah mendapatkan sebuah PC yang berlari di kecepatan 3GHz dari sebuah prosesor 2,4GHz.

Untuk setting timing memori seperti di atas, setting tersebut biasanya cukup bertenaga untuk membawa lari prosesor kita ke angka 3GHz. Mudah bukan? Kalau berhasil, kenapa kita tidak ubah parameter dengan nilai divider 3:2, atau atau 1:1

Tetapi awas. Perhatikan baik-baik suhu tinggi yang dihasilkan. Dari pengalaman penulis, pada overclocking sampai dengan 3GHz, Anda masih bisa memakai HSF standar milik prosesor Intel versi box. Tentunya, kalau ingin melakukan overclock lebih lanjut, Anda membutuhkan heat sink fan yang bagus (belum tentu mahal) yang benar-benar bisa mendinginkan prosesor yang sedang berlari kencang tersebut.
referensi

Lihat profil user

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik